Tampilkan postingan dengan label sampang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sampang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2010

Bebek Songkem


Kalau lewat daerah Sampang, Madura, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner Bebek Songkem. Kalau biasanya daging bebek dimasak dengan cara digoreng atau di panggang, lain halnya dengan Bebek Songkem ini. Daging Bebek Songkem dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus bersama bumbu pedas, hmmm sedapnya. Dagingnya benar-benar empuk, hingga saat saya gigit dagingnya begitu mudah lepas dari tulang. Saya berani bertaruh, nenek-nenek pun tidak akan repot menggigit untuk menikmati empuknya daging Bebek Songkem ini,hehehe. Selama saya makan bebek, saya rasa daging Bebek Songkem inilah yang paling empuk.

Kenapa dinamakan Bebek Songkem? Konon, awal mula istilah Bebek Songkem ini muncul karena dahulu masyarakat kota Sampang selalu menjadikan makanan ini sebagai oleh - oleh jika hendak berkunjung ke rumah Kyai. Masyarakat sana sering menyebutnya dengan istilah songkeman, makanya hingga sekarang bebek yang mereka bawa itu disebut Bebek Songkem.

Karena asli masakan Madura, sudah barang tentu ini bebek rasanya pedas asin. Benar-benar menyengat lidah. Disajikan dengan nasi yang masih hangat, lalapan kubis dan mentimun kemudian minumnya es jeruk, siang-siang pula, capcus! Dijamin bikin nagih. Rating 8 dari 10 jempol deh untuk bebek yang capcus ini. :D.
Harga seporsinya saya kurang tahu persis, yang jelas tidak sampai 15 ribu rupiah karena seingat saya, waktu itu Ayos mengeluarkan uang 63 ribu rupiah untuk mentraktir kami 4 porsi bebek, 3 gelas es jeruk, 4 gelas es teh, segelas air putih dan dua plastik kerupuk. Hehehe, terima kasih traktirannya Yos.

Lokasi warung bebek milik Pak Salim ini ada di Jalan Trunojoyo, Sampang kota. Jadi kalau lagi lewat daerah Sampang, tidak ada salahnya mampir untuk mencicipi bebek yang maknyus ini.:)

Kamis, 23 Juli 2009

Camplong beach

Awal bulan Juli ini saya bersama beberapa teman pergi ke Sumenep untuk memenuhi undangan pernikahan salah satu teman kuliah dulu, tepatnya di daerah Kalianget. Perjalanan menuju Kalianget dapat kami tempuh dalam waktu kira-kira 4,5 jam menggunakan mobil yang kami sewa dari Surabaya.

Dalam perjalanan setelah melewati jembatan Suramadu hingga perbatasan Sampang - Pamekasan, hanya rasa bosan yang ada dipikiran saya karena di kanan kiri hanya terlihat rumah penduduk dan juga persawahan. Namun setelah memasuki daerah Pamekasan, wow pemandangan laut selatan pulau Madura tersaji di samping kami. Inilah pantai Camplong.

Jarak antara bibir pantai dan badan jalan hanya beberapa jengkal saja. Jadi sangat jelas bisa kami lihat indahnya pantai ini. Birunya langit yang nyaris tanpa awan memantul di permukaan air laut berpadu dengan coral dan pasir menimbulkan gradasi warna yang apik. Kapal layar nelayan yang hilir mudik menambah indahnya komposisi pemandangan ini.

Sayangnya saat tiba di pantai Camplong hari sudah siang sehingga air laut waktu itu lagi surut. Beberapa dari kami menyempatkan diri turun untuk sekedar merasakan segarnya air laut dan mengambil gambar.

Saat akan memasuki daerah Sumenep, saya melihat terdapat banyak kolam berukuran cukup luas berisi air di kanan-kiri jalan. Awalnya saya mengira itu adalah areal persawahan yang akan ditanami padi, ternyata itu adalah tambak garam.

Karena ini bukan pure acara travelling maka kami tidak bisa leluasa menikmati pemandangan pantai yang eksotis ini sebab tujuan utamanya adalah ke acara nikahan teman. Foto-foto pun juga seadanya, tapi semoga lain waktu entah kapan bisa kesini lagi dengan tujuan travelling.

Tambak garam

Ads Inside Post